Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
rapsodi indah destruktif


Tidak ada ruang untuk kentut
Brutt
..brutalitas
Adalah hasrat yang terpendam dalam
Kekacauan ..kerusuhan membakar adrenalin ...hidup mu menjadi hidup sehat ...bergairah meraih kemungkinan yg semakin lebar ....
Bakaar artikulasi anti sistem kapitalisme yang semakin menjadi kangker dalam hidup mu
Mati..
Mati...
Segan
Hidup sempoYongan
Bukan rapsodi pengantar romatisme pujanga baru
yang katanya untuk lucu bin
SURAM

jenjang..




Jalan panjang Jajang yang berkaki jenjang 

sikapnya terkadang jenaka untuk seorang jejaka

berambut panjang, berjalan di depan gedung menjulang

tingginya kesombongan hendak menentang

sabda langit yang sayup-sayup datang

itu azan waktunya sembah hyang

jalanan adalah medan juang 

si jalang ajang pertaruhan yang panjang

kalah terus karena memang nasib si jalang

di tengah kota bangunan terbengkalai melihat ilalang 

tumbuh bergummul dengan tumbuh menantang

daun panjang-panjang

tapi semangat hidup semakin menghilang



edwanov September, 2020

komazine no.20 Oktober 2020


Ini nyanyian kerinduan
Bukan hinaan yang tercela
Tapi menyambut keriangan
Ini sejarah bangsa beradab
bukan rekayasa
enam lima sejarah kelam

Edwanov Jakarta 9 Agustus 2014

Seleranya musiknya tak terbatas
Dari Led zeppelin sampai Waljinah
Balada Badai band dan rolling stone
Jadi koktail romatis sayangku
Mewarnai pelangi hidupnya
Nyanyian cinta anak pengembara
Immigrant song bukan sekedar lagu
Dalam kenangan obladi oblada

Judul pusisi tersebut berjudul Lagu Lama tertulis di buku Kumpulan Tulisan Heri Latief. Buku terbitan tahun 2013 bulan November. Buku kecil ini dikirim langsung oleh penulisnya sendiri yang datang untuk berkumpul dengan KomunitasBaca-Baca di Taman di depan rumah kaca, Taman Menteng. Sabtu 30 November 2013 tepatnya saat kami mengundang untuk membaca puisi di taman.

Malam ini di temani dengan gerimis tipis,  Jakarta menjadi sedikit sejuk di bulan Agustus yang berasa di bulan Januari karena hujan hampir membasahi tanah Jakarta setiap hari. Malam senin yang semakin sejuk,  bertambah sepi jalanan yang nampak basah. Setelah akhir pekan menyambut esok kembali beraktifitas untuk menyambung hidup dengan di temani obrolan  ringan yang tak jelas ujung pangkalnya sambil menikmati gerimis yang semakin membunuh sepi malam ini.

Buku kecil ini di penuhi dengan puisi-puisi dan di tutup dengan kumpulan esei. Puisi yang menyiratkan sebuah kerinduan dengan tanah air buat orang yang tinggal di negeri seberang. Perantau yang rindu dengan tanah kelahiranya, walau pun sudah beranak cucu di negeri seberang .

Puisi-puisi kerinduan, kemarahan terhadap ketidakadilan, korupsi, cinta dan anak jalanan. Kerinduan yang sedikit sendu atau pun cinta. Ketidakadilan dengan lengkingan suara TOA menyuarakan kaum tertindas yang  bergumam untuk berteriak lawan… anak jalanan yang selalu menjadi nyanyian yang merdu bagi dirinya yang merindu kampung halaman. Membuat irama sendu dalam kerinduan tempat kelahirannya yang tinggal di negeri seberang.

Jalan Pulang
Semakin lama jadi orang asing,
Sampai ia lupa pulang
Padahal, dingin makin menggigit tulang
Apa yang dicari selama ini
Merantau, untuk melupakan jalan pulang?
Amsterdam,11 Maret 2010

Tulisan di buku kecil ini di tutup dengan kumpulan esei tentang  kampung rantau yang ironis sebagai negara maju indah, bersih teratur terkesan manis tapi tetap saja ada permasalahan yang menumpuk menjadi  pemerintahan kampung rantau. Menggambarkan lewat kata-kata yang singkat dan lugas tentang perantauanya di negri seberang yang kini menjadi rumah kedua baginya,  tapi jiwanya masih tinggal di kampung halaman dan negerinya yang  tak akan pernah sedetik pun ia lupakan. Lewat kata-kata berkelana pulang berguman terus berteriak dengan satu kata LAWAN…

Edwanov _Jakarta, 14 Agustus 2016




Langit masih MERAH 

Yang tak pernah padam

Ini bukan demdam

Tapi sejarah kelam yang di pendam

Buka tabir sejarah

1965



Edwanov November 2015
melarat _uu
M e l a r a t


Tak ada nikmatnya

Jadi orang melarat

Sepertinya tangan di ikat erat-erat

Tak bisa menyumbang karena keuangan yang sekarat


Masuk surga hanya mimpi

Menjadi penjahat laknat

Selalu saja upah di sunat-sunat

Hati ini sepertinya sudah berkarat

Kemana nurani solidaritas

Gotong royong jangan asal doyong ke kiri

Seperti metromini

Hihi tawa kecil ironinya hidup melarat



Edwanov 7 Juli 2015

hujan november _edwanov

sore November
nampak langit merah
menatap langit sore ini
nampak air akan segera tumpah
membasahi jakarta 
yang semakin gersang
dirundung kemarau 
yang berkepanjangan

air tanah sudah mengecil
bahkan ada yang sudah tak mengalir

November itu hujan
seperti lagu lama 
yang ingin di dengar 
sepanjang waktu
yang di hiasi hujan


Edwanov #November Rain
9 Novenber 2015 
12:00 am


payung hujan -edwanov 2014

..HUJAN

Hujan pagi
Membuat rasa malas
Ya, malas rasanya
Hujan tiba
Tiba-tiba hujan
Dengan alasan malas
Dasar pemalas
Yang tak mau menepuh resiko
Basah ..yap
 namanya juga hujan
hujan air..
Tapi bukan alasan untuk bermalas-malasan
Malas hanya alasan
Tuk ..Bergerak
"untuk membuat dunia
 jadi tempat yang membahagiakan,
 engkau hanya perlu mengubah hatimu,
 dan bukan seluruh penampakan dunia"

edwanov Jakarta, Maret 2014
50% MERDEKA
50% Merdeka, Heri Latief

Salam setengah merdeka, ..hmm ini adalah kemerdekaan yang setengah-setengah belum sepenuhnya baru 50% saja merdeka. Buku 50% merdeka merupakan sebuah buku dari seorang eksil yang terbuang dan berkeliaran di luar negri menatap Indonesia dari luar memang lebih bijaksana karana posisinya bukan berpijak disini. Kerinduan tanah air sebuah kegelisahan yang sebagai bangsa dan Negara katanya sudah merdeka tetapi tidak sepenuhnya baru 50% saja.

Kerinduan tanah air sebagai tanah yang penuh dengan kenangan dan harapan, walau hidup di negri orang seperti tinggal menjadi anak jalanan yang tak punya papan yang seperti di tanah airnya yang kaya raya sumber daya alamnya, selalu ada sinar mentari dan elok di pandang tak akan terlupakan. Pemberontakan di jalan di payungi langit yang memerah lewat kata-kata yang begitu magis membawa sebuah perubahan yang membawa sebuah angin kesadaran akan hilangnya sebuah spirit kemederdekaan di tengah keresahan rakyat membawa sebuah kata-kata yang menghapus sebuah senja untuk perubahan sejatinya dalam sebuah kemerdekaan itu sendiri.

Buku 50% merdeka sebuah kumpulan puisi dari kata-kata yang membuat kegelisahan ketika masih banyak penindasan yang katanya sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945 dari kolonialisme.
Rakyat resah langit merah
Muram senja di Jakarta
Tanda angin politik mana?
Sepengal puisi dari merdeka atau miskin yang harusnya bersatu untuk mengganyang sebuah keraguan, kita belum merdeka 100% bung!! Jaga dan kobarkan api semangat dan tak perlu silau dengan serbuan hasrat yang semakin deras harta dan tahta untuk berkompromi dengan penindasan, kita menjual sebagian kemerdekaan itu hasrat ingin memiliki harta dan tahta, kalau sejatinya kita ingin merdeka dan pada dasarnya merdeka dari segala macam keterpasungan itu sendiri.


Edwanov,
 Jakarta Febuari 2014




Cahaya yang hadir di saat malam turun menyapa
Kelipan di langgit malam yang semakin indah
Bintang-bintang menaburi langit yang hitam
dengan senyuman genitnya
pengantar tidur yang tak panjang
berjuang dan berlawanlah
bintang terang bersama Mu

-edwanov- Febuari 2013





Banyak jalan menuju roma
lewat manapun bisa saja dimana kau suka
darat,
laut,
udara,cobalah dengan Cuma-cuma
atau bahkan...
cahaya,
dan lewat dunia maya google earth yeah
yang penting
kalo lewat kerumunan orang-orang
jangan lupa bilang
"misi numpang lewat"
Dan ada jalan yang memutar dan licin mendaki
Kalau tak tau jalan jangan sungkan bertanya,
aku ada saat bertanya ,karena aku ada dan tak tau

(edwanov)



Labels

13 1965 50% MERDEKA AADC amnesia Amnesty International Kritik Dunia Arab dan Eropa amuk Apple Cheeks arca arus balik asal kata bacot banyak omong bapak bincang di darat terus lanjut via online bioskop bjork blog blog biasa boots bukan linier buku buku harian Anders Behring Breivik celoteh cerpen chat curhat dark energy dee design dibon dirgahayu ibu kota docmart Donna nobis pacem dwarapala edwanov einstein eksil elizabeth bathory-wanita terkejam sepanjang sejarah gadget gedebak-gedebuk teknologi gelap tak berteduh gerimis gestok google tempat bertanya grunge grunge antara kematian dan kehidupan Grunge yang serasa melow sedikit galau Hidup hanya sekali tapi ketut berkali-kali hoax humor Humor Fenomenologi Agama i miss u not orde baru istilah di label makanan jakarta jakarta motorcity Jalan Baru jangan lupa lautan jean paul sartre just a letter kata maut kebudayaan kentut lagi kerusuhan london kitab juru selamat komalovelife komazine komunitas baca-baca di taman kotak pandora kreatif krisis ekonomi eropa kutipan langit merah langkah hujan last mocca lirikan mata mu Lost Rainbow Maaf jalan buntu madre mari mati maritim megaria melarat menatap angit menteng bro merah Mingguan terbesar di Inggris News of the World tutup di tengah skandal penyadapan telepon yang diduga dilakukan tabloid tersebut. mirip misi terakhir atlantis model mungil modifikasi teori gravitasi-VSL mods mogok belanja Monday like or dislike move on dari jaman ORBA naik angkutan gratis nama Nama Orde Baru yang selalu baru nelson mandela nomad November Rain oktober opimum kata orde bau pada musim hujan partai nasgor patung penerbangan atlantis penipu penipuan penjarahan di London kerusuhan ping planet baru puisi puisi edwanov quote rabu malam rabu sehat rude boys sahur sains salemba saudara Scream in the morning secret admirer sedikit eror of my computer sepatu september siapa saya skindhead smile starla tafsir mimpi taman menteng teknologi Teknologi: Mendekatkan yang jauh. Menjauhkan yang dekat? telat sekolah teori dan praktek tertawa thr time tujuhbelasan udin vampir versi sosmed video warkop William Shakespeare